Laman hati
puas dipujuk pucuk-pucuk rasa
yang sedang bertunas di rantingan jiwa
usah dikau berkembang mekar
merimbun berakar
bilamana laman hati
yang ingin dilawati
pintunya masih pepat terkunci
kelak nanti sebesar besar bumi
ditampar tak kena dibendang tak menjadi
kelak bumi yang dipijak
yang ingin dibajak
enggan menerima
ditanami benih cinta
kenapakah jiwa ini
tidak terpujuk dek akal dan hati
masih mengutip kuntum kuntum kasih
benih benih rasa
ia tetap ingin menjaga membaja
pepohon cinta
agar mula merimbun dan merendang
sekali pun di tanah yang kering gersang
akhirnya terpaksa ku akur juga
kepada kehendak jiwa
kan ku tunggu di hadapan laman hati mu
sehingga kau sudi membuka pintu
yang sedang bertunas di rantingan jiwa
usah dikau berkembang mekar
merimbun berakar
bilamana laman hati
yang ingin dilawati
pintunya masih pepat terkunci
kelak nanti sebesar besar bumi
ditampar tak kena dibendang tak menjadi
kelak bumi yang dipijak
yang ingin dibajak
enggan menerima
ditanami benih cinta
kenapakah jiwa ini
tidak terpujuk dek akal dan hati
masih mengutip kuntum kuntum kasih
benih benih rasa
ia tetap ingin menjaga membaja
pepohon cinta
agar mula merimbun dan merendang
sekali pun di tanah yang kering gersang
akhirnya terpaksa ku akur juga
kepada kehendak jiwa
kan ku tunggu di hadapan laman hati mu
sehingga kau sudi membuka pintu
