Lagu Jiwa III
LAGU JIWA I
telah ku bisikan rindu
pada angin yang lalu
ia hanya tersenyum pada ku
tika ku laungkan bicara
kepada segumpulan mega
mereka juga ketawa
ku sampaikan pesan
tinggi hingga ke bulan
bintang memberi kucupan
ku kirimkan sepiku
merentas laut yang biru
ombak mengangguk setuju
pernah ku hanyutkan
segala rasa
dari hilir ke muara
sungai yang mengalir
membawanya dengan rela
tapi kenapa bila ku bercerita
bernyanyi lagu jiwa
kau bermuram durja
mudah rasa teruja?
berikanlah senyuman
sedarlah dari khayalan
redhakanlah teman
dengan segala suratan!!
Siapakah merancang
dan siapa yang menentukan?
LAGU JIWA II
Maafkan daku
telah ku kutip rasa yang beterbangan
diseluruh penjuru
ku cuba himpunkan di situ
ku gubah himpunan menjadi lagu
maafkan daku
kalau nyanyian hati terlalu merdu
bagi telinga mu
kalau iramanya
melekakan kau lena
ku hanya garapkan lirik
dari nada yang terusik
maafkan daku
kalau stanzanya amat germersik
daku seorang penyanyi
yang lantang berani
mengalunkan irama sepi
maafkan daku
terlalu gigih menghayati
segala laguan dan puisi
apakah terhukum
penyanyi yang memaklum
tentang amatnya harum
rasa cinta mawar sekuntum?
kalau irama dan lagu
kau pisahkan dari ku
lirik kan tiada suara kan membisu!!
telah ku bisikan rindu
pada angin yang lalu
ia hanya tersenyum pada ku
tika ku laungkan bicara
kepada segumpulan mega
mereka juga ketawa
ku sampaikan pesan
tinggi hingga ke bulan
bintang memberi kucupan
ku kirimkan sepiku
merentas laut yang biru
ombak mengangguk setuju
pernah ku hanyutkan
segala rasa
dari hilir ke muara
sungai yang mengalir
membawanya dengan rela
tapi kenapa bila ku bercerita
bernyanyi lagu jiwa
kau bermuram durja
mudah rasa teruja?
berikanlah senyuman
sedarlah dari khayalan
redhakanlah teman
dengan segala suratan!!
Siapakah merancang
dan siapa yang menentukan?
LAGU JIWA II
Maafkan daku
telah ku kutip rasa yang beterbangan
diseluruh penjuru
ku cuba himpunkan di situ
ku gubah himpunan menjadi lagu
maafkan daku
kalau nyanyian hati terlalu merdu
bagi telinga mu
kalau iramanya
melekakan kau lena
ku hanya garapkan lirik
dari nada yang terusik
maafkan daku
kalau stanzanya amat germersik
daku seorang penyanyi
yang lantang berani
mengalunkan irama sepi
maafkan daku
terlalu gigih menghayati
segala laguan dan puisi
apakah terhukum
penyanyi yang memaklum
tentang amatnya harum
rasa cinta mawar sekuntum?
kalau irama dan lagu
kau pisahkan dari ku
lirik kan tiada suara kan membisu!!

0 Comments:
Post a Comment
<< Home